Nabi Sulaiman menyediakan tempat khusus untuk pasukan burung. Pada suatu ketika, beliau mendapati satu tempat yang kosong, yang semestinya tempat itu ditempati burung hud-hud. Dan Dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud , Apakah dia Termasuk yang tidak hadir." (an-Naml : 20)
Saat burung hudu-hud akan kembali ke Istana Nabi Sulaiman, ia melihat sekelompok kaum yang menyembah matahari. Meskipun ia harus kembali dan berkumpul dengan burung-burung yang lain pada saat itu, tapi ia tidak ingin melihat manusia yang jauh dari Allah swt. Ia mendekati kerumunan orang itu, dan ingin tahu lebh dekat apa yang mereka lakukan,. Maka ia pun pergi ke sana; terbang dari Yaman menuju Paletina.
Perhatikanlah, bagaimana perhatian hud-hud terhadap keimanan. Sementara saat sekarang, amat jarang oang yang mau terjun dalam dunia dakwah; menjadi seorang dai yang mengajak manusi kembali kepada Allah swt. Kita melihat begitu banyak wanita muslimah yang enggan membimbing tetangganya. Begitu pula dengan lelaki yang menyatakan beriman kepada Allah swt., tapi ia tidak mau tahu dengan kondisi temannya yang tidak mau menjalankan shalat, senang berbuat zina dan meminum minuman keras. Padahal ia tertawa dan saling bercanda, tapi mengapa tidak mau mengajaknya ke jalan yang lurus. Apa yang penghalang diri kita sehingga tidak mau memimbing taman-teman kita ? Kenapa keinginan untuk berdakwah tidak ada sama sekali dalam diri kita?
Update terakhir ( Rabu, 14 April 2010 06:57 )
Selengkapnya...